Selasa, 08 November 2016

Franchise Pendidikan Terbaik

Gejala Psikosomatis pada Anak

Hasil gambar untuk Gambar kartun anak stres
       

 Suatu hari ada orangtua yang bertanya tentang anaknya yang sulit sekali diajak pergi ke sekolah. Jika dipaksa, dia tidak mau turun dari mobil. Bahkan belakangan ini, dia sering mengeluh kepalanya pusing, sakit perut, dan sebagainya.

      "Apakah anak saya berbohong atau apa?" tanya ibu yang sedang kebingungan itu kepada saya. Kebetulan anaknya yang berusia lima tahun itu diajak juga untuk bertemu dengan saya. Lalu saya jelaskan  bahwa dalam kasus ini sepertinya si anak tidak berbohong, apalagi jika sebelumnya tidak pernah mengeluh seperti itu. Saya melihat ini cenderung pada gejala stres anak menghadapi sekolahnya atau dikenal juga sebagai gejala psikosomatis.

      Pada ibu ini, saya jelaskan bahwa dulu sistem pendidikan menganut prinsip bahwa setiap anak adalah sama dan seragam sehingga setiap anak harus bisa mengikuti keinginan gurunya. Namun, setelah dilakukan penelitian selama 30 tahun terhadap anak, ditemukan bahwa masing-masing anak itu unik, baik secara fisik, psikologis, maupun cara otaknya bekerja, Oleh karena itu, sistem pendidikan modren telah mengubah prinsip dasar sistem pengajarannya. Bahwa setiap anak memiliki keunikan masing-masing, maka guru dan sekolah harus bisa memfasilitasi masing-masing keunikan anak tersebut, agar mereka semua bisa berhasil dalam proses belajar. Ya, semua anak harus bisa berhasil.

       Lalu, si ibu tadi menyanggah, "Padahal saya sudah sekolahkan dia di sekolah yang mahal, lho".

"Nah, itu masalahnya, "jawab saya lebih lanjut, "Mahal tidak menjamin jalannyaprinsip pendidikan yang sesuai dengan fitrah anak. Bahkan banyak juga di atas kertas udah mencanangkan sistem pendidikan modren, tetapi lapangan masih saja para gurunya menerapkan sistem dan cara belajar lama. Nah, di sinilah kuncinya.

   "Setiap anak memiliki keunikan masing-masing sehingga guru dan sekolah harus bisa memfasilitasi masing-masing keunikan anak tersebut, agar mereka bisa berhasil dalam proses belajar".

    Untuk mengetahui apakah sebuah sekolah bagus atau tidak, kita bisa perhatikan dari dua aspek. Yang pertama adalah anak kita semakin kritis dan berani mengungkapkan pendapat dan yang kedua adalah perilakunya santun dan peduli".

    Biasanya sekolah yang baik akan membuat murid-murid betah bersekolah atau bahkan membuat mereka lebih senang bersekolah dibandingkan libur. Setelah saya memberi penjelasan kepada ibunya, anaknya saya ajak bicara. Di luar dugaan dia berani menjawab dengan jelas sekali. Saya awali pertanyaan seperti ini,

    "Sayang, apa kamu suka bersekolah?" Dia menggangguk.
    "Apakah kamu ada masalah dengan teman atau guru?"
    "Dengan guru". Dia mulai menjawab.
    "Apakah semua guru, beberapa guru, atau hanya satu gguru?"
    "Hanya satu". Jawabnya.
    "Boleh Ayah tahu namanya?"
    "Ibu X". Jawab anak itu lagi.
      Lalu, saya menoleh ke ibunya, "Ibu dengar penjelasan langsung anak Ibu"

     Akhirnya, si ibu pun mengangguk, "Ya, Ayah. Mungkin anak saya benar. Karena sejak ganti guru dia menjadi berubah seperti ini. Lalu, saya harus bagaimana Ayah?"

    "Sekolah yang baik adalah sekolah yang guru-gurunya menjadi favorit bagi murid-muridnya, jadi pertama, coba ajak pihak sekolah untuk bekerja sama. Jelaskan hasil pembicaraan kita ini pada sekolah dan kita lihat responnya,. Jika masalah ini ditanggapi positif, kemudian ada usaha dan tindakan perbaikan maka itu sekolah yang peduli namanya".

     "Lalu, jika tidak ditanggapi dan tidak ada perbaikan bagaimana?"

    "Ya, saya pikir ibu bisa mengambil kesimpulan sendiri. Menurut saya, sudah saatnya kita memilih sekolah yang peduli pada permasalahan tiap siswanya. Karena kunci keberhasilan siswa adalah pada kepedulian pihak orangtua dan sekolah. Pendidikan itu tidak akan berhasil tanpa kepedulian dari orangtua dan pihak sekolah". Jelas saya panjang lebar.

   Mari kita bangun kerja sama antar orangtua dan sekolah untuk membuat anak-anak sukses belajar dan bukannya saling melempar tanggung jawab.[]

Keterangan " Buku Ayah Edy, Judul : Punya Cerita, Penerbit : Noura Books (PT Mizan Publika) 2013


Tidak ada komentar:

Posting Komentar